Enam Terdakwa Kericuhan AKK-U18 Diganjar 6 Bulan Penjara

Infowonosobo.com – Enam orang terdakwa buntut kasus kericuhan antara suporter kesebelasan Garuda Muda Singkir dan kesebelasan Andongsili saat berlaga dalam Abdul Karding Kadir (AKK) Cup U-18 menjalani sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo, Rabu (05/02/2020). Dalam sidang putusan tersebut, hakim menyatakan ke enam terdakwa bersalah dan dijatuhkan hukuman enam bulan penjara.

Persidangan putusan yang digelar di Ruang Cakra PN Wonosobo tersebut terbuka untuk umum. Nampak puluhan anggota Polres Wonosobo menjaga ketat selama proses persidangan tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Wonosobo, Dwi Suryanta mengungkapkan, dalam putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa enam terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap suporter bola garuda muda Singkir.

Dalam kasus tersebut dibagi menjadi 3 perkara, yakni untuk Didik Saean sesuai dengan Pasal 351  ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP yaitu tindak penganiayaan,” katanya.

Sedangkan Suratman, Arif dan Trimo sesuai dengan Pasal Pasal 170 ayat 1 KUHP yakni tindak pidana dengan tenaga bersama melakukan kekerasan kepada orang. Dan Ahmad Fahrur, Ahmad Khotib dan Suratman dikenai hukuman sesuai dengan Pasal 118 dan 170 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP yaitu tindak pidana melakukan kekerasan kepada orang. 

Maka hakim menjatuhi hukuman enam bulan penjara kepada ke enam terdakwa, ujarnya.

Diketahui pertandingan sepak bola antara suporter kesebelasan Garuda Muda Singkir dan kesebelasan Andongsili saat berlaga dalam Abdul Karding Kadir atau AKK Cup U-18 pada 22 September 2019 lalu, berakhir ricuh. Pihak kepolisian kemudian menetapkan 6 tersangka yang semuanya merupakan warga Andongsili Mojotengah sebagai buntut kericuhan.

Menurut Ketua Panitia Abdul Kadir Karding Cup 3, Amin Nur Fatihin. Kericuhan pada saat pertandingan antara kesebelasan Garuda Muda melawan Andongsili memang sudah berlangsung panas sejak menit awal. Kericuhan bermula ketika di awal pertandingan salah satu suporter menendang banner dan saling adu mulut.

Kemudian hal tersebut memicu emosi penonton hingga terjadi adu hantam antar suporter kesebelasan. Kericuhan bisa diredam setelah pihak panitia masuk lapangan untuk melerai. Namun dua suporter yang masih di bawah umur mengalami luka setelah terkena lemparan batu.(sorot.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *