Portal dan Posko Covid 19 Sebaiknya Dibongkar

INFOWONOSOBO.COM,Wonosobo-Dalam menyikapai pandemi Covid 19 masyarakat terlihat sangat cepat dalam mengantisipasi terjadinya penyebarannya di masyarakat. Hal terlihat di setiap dusun atau desa membuat posko pencegahan Covid 19 dan membuat portal di setiap dusun atau bahkan sampai gang-gang kecil masuk dusun secara mandiri dan ditulisi larangan bagi warga di luar dusun atau desa tersebut untuk masuk sehingga akhirnya tidak ada orang dari luar dusun yang diperbolehkan untuk masuk.

Meskipun niatannya baik tapi kondisi ini justru telah menimbulkan permasalahan di mana-mana. Ada warga antar dusun yang berkelahi karena penutupan jalan, warga di laporkan ke kepolisian karena membongkar portal, warga terjadi adu mulut atau bakan sampai baku hantam hanya gara-gara penutupan akses jalan. Di samping itu aktifitas masyarakat juga sangat terhambat yang mengakibatkan kelesuan ekonomi masyarakat.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi A Suwondo Yudhistiro meminta agar posko dan portal di setiap desa, dusun atau di setiap gang masuk dusun agar di evaluasi karena telah menimbulkan banyake permasalahan.

Saya rasa belum ada perintah resmi dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang memerintahkan kepada desa atau dusun untuk menutup semua akses jalan masuk ke dusun/desa. Kalau penutupan semua akses jalan masuk dusun atau desa itu berarti masuk kategori karantina wilayah.

Padahal sudah dijelaskan oleh Sekretaris Daerah selaku Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Wonosobo, yang menjelaskan bahwa tidak ada karantina wilayah, yang ada adalah pembatasan aktifitas sosial, terutama menjelang Idul Fitri dan beberapa hari paska Idul Fitri 1441 H

sehingga kegiatan yang menghadirkan banyak orang seperti silaturahmi, halal bi halal, reuni dan kegiatan sosial lainnya untuk tahun ini tidak dijalankan guna memutus mata rantai penularan Covid 19.

Selain itu, posko juga belum tentu ada petugas yang berjaga di situ, sehingga fungsinya utk mengawasi orang yang keluar masuk dusun menjadi tidak optimal. Yang terjadi justru Posko banyak digunakan untuk kumpul-kumpul anak muda, padahal kan dalam situasi seperti ini kita justru dilarang untuk berkumpul banyak orang.

Para petugas posko juga terkadang serba salah karena di satu sisi harus menegakkan kesepakatan bersama warga agar orang di luar dusun tidak diperbolehkan masuk, tetapi di sisi lain terkadang ada orang dari dusun tetangga yang memiliki keperluan harus masuk dusun.

Belum lagi terkait dengan penyemprotan warga atau kendaraan yang melewati posko banyak dilakukan asal-asalan. Hal ini terus menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat kita.

Oleh karena itu, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan New Normal untuk mengarahkan agar kita kembali pada kehidupan normal seperti halnya sebelum munculnya Pandemi Covid 19 ini, maka saya menyarankan agar portal-portal di gang-gang masuk yang hanya dilewati warga lokal sebaiknya dibuka kembali agar aktifitas masyarakat berjalan lancar dan ekonomi kembali menggeliat.

Jangan sampai orang cari rumput atau kayu bakar atau aktifitas ekonomi lainnya yang berada di sekitar dusunnya sendiri terhambat harus cari jalan lainyang mutar-mutar karena jalannya di portal. Tentu hal ini harusr dimusyawarahkan terlebih dahulu sesama warga dusun atau desa sehingga tidak menimbulkan konflik.

Dalam situasi seperti ini masyarakat harus mengedepankan asasr musyawarah untuk mufakat, jangan sampai kita centang perenang sesama warga hanya masalah-masalah yang sepele seperti portal jalan ini.

Tentu, usul pelonggaran aktifitas masyarakat lokal ini bukan berarti kita mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, saya menghimbau agar masyarakat tetap mengenakan masker ketika bepergian ke luar rumah, menjaga jarak ketika bertemu orang, rajin mencuci tangan dan rajin menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat, pungkasnya.Dika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *