Dr. Akhmad Muzairi,MARS: RS Syariah harus mengacu pada hukum Islam fiqih mu’amalah

Rumah sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo terus berupaya untuk meningkatkan mutu layanan di berbagai sektor sebagai bagian dari pelayanan ummat. Sebagai wujud kesyukuran atas diterimanya sertifikat halal dari MUI, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo mengadakan silaturahim dan dialog : “Menuju RS PKU Muhammadiyah Yang Unggul dan Islami.” Pada hari Selasa, 1 Mei 2018.

Bertempat di Ruang Serba Guna Erwin Santoso, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo lantai 2, selain dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo acara juga mengundang perwakilan dari RS PKU Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah dan DIY, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, dan Pimpinan Cabang `Aisyiyah Wonosobo, serta MPKU Muhammadiyah Jateng dan DIY.

Hadir sebagai pembicara Dr. H. Anwar Abbas, MM., M.Ag sekretaris Dewan Syariah Nasional ( DSN ) Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S. serta dimoderatori Ir. Saat Suharto Amjad dan Dr. H Joko Murdiyanto, Sp.An.MPH .

Dr. Akhmad Muzairi,MARS selaku direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sebaiknya semua Rumah sakit Islam khususnya RS PKU Muhammadiyah hendaknya segera untuk mengurus sertifikasi syariah dan MPKU sebagai Majelis Muhammadiyah adalah sebagai penyempurna Sertikat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).RS PKU Muhammadiyah sebagai salah satu pioneer RS Syariah di Jawa Tengah melalui silaturahim dan dialog ini mengajak kepada RS yang lain untuk mewujudkan RS Syariah di wilayahnya masing-masing dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip syariah yang sudah dibuat oleh MUI.

Lanjut dia, Tidak cukup kiranya Rumah Sakit memproklamirkan sebagai Unggul dan Islami selama belum ada sertifikasi dari MUI dan penjaminan mutu dari lembaga terkait. ” Dikatakan, pelayanan Rumah Sakit syariah berprinsip pada 5 berisi lima hal, yakni tentang akad, pelayanan, obat-obatan dan pengelolaan dana finansial. “Yang penting transaksi di dalam RS Syariah harus mengacu pada hukum Islam fiqih mu’amalah. Dalam hal pelayanan memberikan yang baik, jelas antara hak dan kewajiban. Kalau bisa lebih, sesuai dengan standar panduan praktis klinis,” ujarnya.

Dalam dialog pada sesi pertama, dr. H Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S memaparkan, Rumah Sakit yang dimiliki Muhammadiyah merupakan aset berharga yang harus kita rawat dan kita kembangkan karena Rumah sakit adalah bagian dari media dakwah persyarikatan. Oleh karena itu, lanjutnya : “ RS PKU harus mempunyai identitas yang jelas dalam pelayanan yakni Keislaman, prinsip yang kita pegang dalam pelayanan adalah bagimana memuliakan pasien saat berobat, untuk bisa mewujudkan keislaman yang baik maka diperlukan tata kelola dalam pelayanan yang tentunya harus didukung dengan sumber daya manusia yang unggul disamping memiliki gedung yang strategis karena pelayanan Amal Usaha Muhammadiyah ( AUM ) tidak hanya untuk pasien bagi Rumah Sakit maupun siswa untuk sekolah, tapi Costumer Eksternal harus digarap dengan serius karena itu wujud pelayanan ummat.

Rumah sakit sebagai media dakwah maka harus diisi karyawan yang memiliki kompetensi sesuai syariah, di antaranya wajib bagi karyawan untuk memahami dasar ajaran agama yang dibuktikan dengan praktek ibadah keseharian, serius dalam mengkaji Alqur’an yang akhirnya bisa berdakwah sesuai dengan profesinya.

Dr. Anwar Abbas, MM., M.Ag sebagai pembicara pada dialog di sesi kedua lebih banyak memberikan dorongan untuk terus istiqomah dalam mewujudkan prinsip syariah, baik penyediaan makanan maupun dalam pelayanan karena sekecil apapun produk makanan dan minuman yang diterima pasien dan disitu mengandung unsur haram maka itu mencederai keyakinan kita sebagai muslim meskipun terkadang sudah ada label halal didalam kemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *