Latih Jiwa kemandirian, Kuttab Ibnu Abbas Adakan Mukhoyyam 3 hari

Infowonosobo-Kuttab Ibnu Abbas sebagai salah satu sekolah non formal di Wonosobo terus mengambil peran istimewa dalam rangka pendidikan kepada para santri, salah satunya adalah Mukhoyyam ( camping ) yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam. 13/10.

sebagai agenda tiap semester, Mukhoyyam merupakan progaram yang wajib diikuti kelas Qonuni ( usia 7-12 tahun ) dengan model pendidikan yang berbeda di tiap kegiatan.

tidak seperti camping atau berkemah pada umumnya yang dilaksanakan sekolah lainnya, Kuttab sebagai penyelenggara berusaha menghadirkan pendidikan kesederhanaan dan dengan pendekatan alam sebagai ciptaan Allah.

Semua kegiatan yang berkaitan dengan santri, mereka harus melakukan mandiri tanpa bantuan ustadz atau ustadzah, hal ini dimaksudnyan untuk melatih kerjasama tim dan mengukur kepekaan sosial diantara teman, baik teman satu tenda maupun dengan peserta lainnya.

Satu kelompok terdiri dari 4 anak dengan beragam usia dari 7-12 tahun, yang selanjutnya dibagikan tenda dum dan harus mereka dirikan bersama-sama, awalnya mereka menginventarisir semua yang ada didalam tas tenda, dari jumlah patok sampai tali-talinya yang akan mereka pertanggung jawabkan setelah pembongkaran tenda dan diserahkan kembali ke pemilik jasa rental.

demikian juga dengan kebutuhan makan, dari tiga hari masa camping, pendamping telah membagi kelompok masak yang bertugas menyediakan makan teman-temannya dengan peralatan yang sederhana, tanpa kompor gas dan tempat masak listrik. semuanya dilakukan dengan kayu bakar yang sudah mereka siapkan dari rumah maupun mencari ranting-ranting patahan disekitar tempat kemah.

Baca Juga : Jajaran Polres Wonosobo Beri Kejutan KODIM 0707/WONOSOBO, kenapa?

” sebelum berangkat , sudah kami sampaikan kepada tiap kelompok untuk menyusun menu masakan yang selanjutnya daftar barang-barang tersebut diserahkan kepada ustadzah untuk dibelikan dipasar, dan alhamdulillah sampai berakhirnya Mukhoyyam, semua bisa melakukan tanggung jawabnya dengan baik dengan pendampingan ustadzah tentunya.” Susanti salah satu ustadzah kuttab Ibnu Abbas menyampaikan.

Hari pertama Mukhoyyam peserta harus menyelesaikan gapura yang mereka susun dengan tongkat dengan teknik pioneering sederhana dan dilakukan kerjasama tim, meski baru pertama melakukan mereka mampun menyelesaikan gapura dalam waktu singkat dan dengan hasil yang baik.

Di agenda mukhoyyam kali ini, juga dikenalkan dengan dua jenis olah raga sunnah Rosulullah SAW yaitu berku dan panahan yang mendatangan tim Panahan dari Pondok Modern Tidar, Magelang. meskipun sebagian peserta baru pertama naik kuda, ternyata sebagian besar berani melakukan olahraga ketangkasan ini tanpa didampingi dari pemilik kuda bahkan ada yang tidak sabar untuk memacu kudanya.

Shiroh Nabawi adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari semua jenis kegiatan di Kuttab terutama saat Mukhoyyam sehingga tiap jenis kegiatan disampaikan korelasi dengan shiroh nabawi maupun sahabat sehingga bisa diambil ibroh dan insirasinya.

Selain ketangkasan berkuda dan memanah, dihari kedua juga diuji dengan ketangkasan rappelling ( menuruni bukit dengan tali ) yang dilakukan anak-anak tanpa merasa takut dan khawatir.

” saya percaya sama Allah dan ustadz, tidak mungkin beliau menjerumuskan kepada hal-hal yang berbahaya tanpa adanya safety. ” jidan salah satu peserta Mukhoyyan yang mendapat giliran rappelling nomor tiga.” hans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *