Syiah Mengancam NKRI?

Infowonosobo.com – Ratusan orang dari berbagai ormas islam di wonosobo mengikuti kajian tentang bahayanya paham Syi’ah yang mengancam NKRI di Masjid Al-huda Sudagaran. Senin, 15/09.

Dalam salah satu materi yang disampaikan, satu diantara aqidah syiah yang paling berbahaya adalah doktrin taqiyah. Taqiyah dalam ajaran syiah adalah upaya berbohong dalam rangka menyembunyikan jati diri ketika dalam kondisi Syiah minoritas.

Baik untuk tujuan menjaga diri dari gangguan luar atau untuk menimbulkan kesamaran di tengah masyarakat tentag hakekat syiah atau untuk menyudutkan lawan syiah.

Taqiyah dilakukan dengan cara menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya. Ungkapan lainnya artinya nifaq dan menipu, sebagai usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Dengan bahasa yang lebih ringkas, taqiyah hakikatnya adalah berdusta.

Jama’ah kajian khusuk mendengarkan kajian Ustadz Tengku Azhar ketua ANNAS Jawa Tengah.

Dalam kajian yang dijaga aparat kepolisian ini, Ust. Tengku Azhar, S.Sos.I.,M.H.I, (Ketua ANNAS Jateng; Ketua GBN Surakarta; Pemerhati Aliran Sesat di NKRI) menyampaikan tentang bahayanya syi’ah yang mengancam NKRI, disebutkan bahwa syi’ah lebih berbahaya daripada paham yang dianggap radikal versi pemerintah seperti Hizbuttahrir Indonesia (HTI).

Pemaparan yang disampaikan secara lugas dan tegas dalam kajian tersebut bersumber pada kitab-kitab syiah sendiri sehingga jama’ah syiah seharusnya lebih memahami  tentang kesalahan doktrin yang disampaikan oleh ulama syiah terhadap para sahabat Rosulullah SAW.

Selain itu, disela-sela kajian, Tengku Azhar juga menyelipkan video-video praktek ( yang menurut mereka ) ibadah jama’ah syiah yang menunjukkan kegiatan tersebut jauh dari ajaran islam.

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang melindungi segenap ormas yang ada di Indonesia, Ustadz Tengku berpesan, sebagai jamaah ahli sunnah waljama’ah hendaknya tidak bosan dalam mengingatkan para pengambil kebijakan baik di pusat maupun didaerah serta terus menggandeng Majelis Ulama Indonesia dalam mengawasi dan memantau pergerakan pemahaman sesat syiah.

 “ Syiah selalu membawa Islam dalam penyebaran ajarannya, dan ini yang menjadikan kami selalu aktif mengadakan kajian serupa, dengan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa Syiah bukan Islam. Dan terakhir, adanya nikah mut’ah yang dilakukan aliran syiah disalah satu kecamatan di Wonosobo menunjukkan mereka sudah berani terang-terangan menyebarkan pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. “ Muntaqo, salah satu panitia kajian menjelaskan. Aro/red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *